Perilaku Eksekutif/Legislatif dalam Proses Penganggaran: Mengembalikan “Fitrah” Budaya Gotong Royong

Dinamika dalam praktik penyusunan, penetapan hingga realisasi anggaran khususnya pada pemerintah daerah dewasa ini megalami efek distrust dari masyarakat. Aktor – aktor yang terlibat dalam penganggaran baik Eksekutif maupun Legislatif terjebak dalam aktivitas yang diluar substansi pelayanan kepada masyarakat, disebabkan perilaku oportunis dari individunya. Perilaku aktor penyusun anggaran cenderung mempermainkan angka – angka rupiah pada alokasi dana…Continue reading Perilaku Eksekutif/Legislatif dalam Proses Penganggaran: Mengembalikan “Fitrah” Budaya Gotong Royong